ipb n windy

Salam terdasyat dari saya untuk Bapak Rektor IPB tercinta yaitu Prof.Dr.Ir. Herry Soehardiyanto M.Sc, yang sekarang masih tetap semangat dalam memimpin IPB menjadi yang terdepan dengan inovasi- inovasinya yang sungguh luar biasa. Semoga Bapak dan keluarga sehat selalu dan dalam perlindungan Allah SWT. Amiin.
Dalam moment ini , Alhamdulillah saya diberi kesempatan untuk bisa berinteraksi dengan Bapak lewat surat ini. Saya ingin berbagi cerita tentang pengalaman saya kenapa saya bisa sampai ke IPB, universitas kebanggaan dan belajar disini. Ini merupakan anugrah terindah yang diberikan oleh Allah yang telah membukakan jalan saya menggapai impian di IPB.
Di suatu ketika di persimpangan jalan, saya mendengar obrolan teman saya bahwa di sekolahnya di buka pendaftaran jalur SNMPTN undangan yang kebanyakan mereka bersekolah di SMA Negri. Saya bersekolah di Madrasah Aliyah Al-Haitsam, yang tempatnya tidak jauh dari IPB dan sekolah saya setara dengan swasta. Dilihat dari pengalaman kakak –kakak angkatan sebelumnya,mereka masuk IPB lewat jalur tulis seperti UTM, SNMPTN tertulis, Yang Harga pendaftarannya relatif mahal dan pada saat itu belum dibuka jalur USMI maupun SNMPTN undangan. Di dalam pikiran saya terbesit ,apakah mungkin sekolah saya bisa mengirimkan muridnya lewat SNMPTN undangan untuk masuk ke PTN yang diinginkan??yaitu IPB(institut Pleksibel Buanget). Saya langsung menjawab spontan dengan satu kata “ BISA!!”. Sejak itulah saya mulai mencari info tentang jalur undangan tersebut dan tentang beasiswa di IPB. Dimulai bertanya kekakak kelas, dosen, mencari info di internet, guru di sekolah dll. Dalam kondisi keterbatasan biaya, saya pun mencari jalan keluar yaitu meminjam uang kepada kakak kelas saya di IPB sebesar RP.175.000, untuk menggapai impian. Karena saya sangat berantusias sekali ingin kuliah di IPB, wali kelas dan orang tua saya pun mendukung.
Pada tahun 2011, Pemerintah membuka sistem baru yaitu semua sekolah bisa mengirimkan muridnya untuk masuk PTN sesuai akredetasi sekolahnya. Sekolah saya pun mengutus 25% dari jumlah muridnya,yaitu 3 orang termasuk saya. Alhamdulillah,karena tekad saya yang kuat dan tak pernah putus asa demi mencapai kampus impian dan selalu saya utarakan di setiap lantunan do’a dan sujud terakhir. Akhirnya Allah SWT mengabulkan do’a saya.”Selamat anda diterima di Institut Pertanian Bogor di Fakultas Kehutanan jurusan Silvikultur”. Dan pada saat pula, saya dinyatakan LOLOS sebagai penerima BIDIK MISI .Rasa syukur tak henti-hentinya saya ucapkan. Q.S Ar-rahman(55):13. Akhirnya catatan mimpi saya bisa saya coret satu persatu. Dengan hanya modal nekad, usaha, keinginan yang menggebu dan do’a. InsyaAllah mimpi saya pasti tercapai (i believe). Saya sedang menuju keimpian saya selanjutnya. Yaitu berjuang di IPB, melewati hari-hari di kampus hijau ini dengan semangat, meraih prestasi gemilang. Di IPB saya bisa bertemu dengan teman-teman dari berbagai daerah,orang-orang hebat,to be entrepreneur, dan saya bisa mulai mencicil pinjaman saya setelah masuk IPB. Don’t putus asa dan selalu bangkit ketika terpuruk. Hidup Mahasiswa!!bisa..bisa pasti bisa! Allahuakbar.
Inilah kisah yang bisa saya ceritakan kepada Bapak dan bukti rasa syukur saya atas diterimanya saya di IPB. Suatu kebahagian saya bisa berbagi cerita dengan Bapak. Pertama, saya ucapkan terimakasih kepada Allah Swt atas terkabulnya do’a-do’a saya. Kedua, saya ucapkan terimakasih kepada orang tua saya atas dukungannya. Ketiga, saya ucapkan terimakasih kepada IPB, khususnya kepada Bapak Rektor tercinta. Atas jalan dari Allah melalui IPB, insyaAllah saya bisa menggapai mimpi-mimpi saya kelak. Harapan besar saya bisa bertemu dengan Bapak, mencium tangan Bapak sambil berkata’’terima kasih bapak, saya pasti bisa mengharumkan nama IPB di mata dunia”. Aamiin
Terimakasih.

ipb n windy

Salam terdasyat dari saya untuk Bapak Rektor IPB tercinta yaitu Prof.Dr.Ir. Herry Soehardiyanto M.Sc, yang sekarang masih tetap semangat dalam memimpin IPB menjadi yang terdepan dengan inovasi- inovasinya yang sungguh luar biasa. Semoga Bapak dan keluarga sehat selalu dan dalam perlindungan Allah SWT. Amiin.
Dalam moment ini , Alhamdulillah saya diberi kesempatan untuk bisa berinteraksi dengan Bapak lewat surat ini. Saya ingin berbagi cerita tentang pengalaman saya kenapa saya bisa sampai ke IPB, universitas kebanggaan dan belajar disini. Ini merupakan anugrah terindah yang diberikan oleh Allah yang telah membukakan jalan saya menggapai impian di IPB.
Di suatu ketika di persimpangan jalan, saya mendengar obrolan teman saya bahwa di sekolahnya di buka pendaftaran jalur SNMPTN undangan yang kebanyakan mereka bersekolah di SMA Negri. Saya bersekolah di Madrasah Aliyah Al-Haitsam, yang tempatnya tidak jauh dari IPB dan sekolah saya setara dengan swasta. Dilihat dari pengalaman kakak –kakak angkatan sebelumnya,mereka masuk IPB lewat jalur tulis seperti UTM, SNMPTN tertulis, Yang Harga pendaftarannya relatif mahal dan pada saat itu belum dibuka jalur USMI maupun SNMPTN undangan. Di dalam pikiran saya terbesit ,apakah mungkin sekolah saya bisa mengirimkan muridnya lewat SNMPTN undangan untuk masuk ke PTN yang diinginkan??yaitu IPB(institut Pleksibel Buanget). Saya langsung menjawab spontan dengan satu kata “ BISA!!”. Sejak itulah saya mulai mencari info tentang jalur undangan tersebut dan tentang beasiswa di IPB. Dimulai bertanya kekakak kelas, dosen, mencari info di internet, guru di sekolah dll. Dalam kondisi keterbatasan biaya, saya pun mencari jalan keluar yaitu meminjam uang kepada kakak kelas saya di IPB sebesar RP.175.000, untuk menggapai impian. Karena saya sangat berantusias sekali ingin kuliah di IPB, wali kelas dan orang tua saya pun mendukung.
Pada tahun 2011, Pemerintah membuka sistem baru yaitu semua sekolah bisa mengirimkan muridnya untuk masuk PTN sesuai akredetasi sekolahnya. Sekolah saya pun mengutus 25% dari jumlah muridnya,yaitu 3 orang termasuk saya. Alhamdulillah,karena tekad saya yang kuat dan tak pernah putus asa demi mencapai kampus impian dan selalu saya utarakan di setiap lantunan do’a dan sujud terakhir. Akhirnya Allah SWT mengabulkan do’a saya.”Selamat anda diterima di Institut Pertanian Bogor di Fakultas Kehutanan jurusan Silvikultur”. Dan pada saat pula, saya dinyatakan LOLOS sebagai penerima BIDIK MISI .Rasa syukur tak henti-hentinya saya ucapkan. Q.S Ar-rahman(55):13. Akhirnya catatan mimpi saya bisa saya coret satu persatu. Dengan hanya modal nekad, usaha, keinginan yang menggebu dan do’a. InsyaAllah mimpi saya pasti tercapai (i believe). Saya sedang menuju keimpian saya selanjutnya. Yaitu berjuang di IPB, melewati hari-hari di kampus hijau ini dengan semangat, meraih prestasi gemilang. Di IPB saya bisa bertemu dengan teman-teman dari berbagai daerah,orang-orang hebat,to be entrepreneur, dan saya bisa mulai mencicil pinjaman saya setelah masuk IPB. Don’t putus asa dan selalu bangkit ketika terpuruk. Hidup Mahasiswa!!bisa..bisa pasti bisa! Allahuakbar.
Inilah kisah yang bisa saya ceritakan kepada Bapak dan bukti rasa syukur saya atas diterimanya saya di IPB. Suatu kebahagian saya bisa berbagi cerita dengan Bapak. Pertama, saya ucapkan terimakasih kepada Allah Swt atas terkabulnya do’a-do’a saya. Kedua, saya ucapkan terimakasih kepada orang tua saya atas dukungannya. Ketiga, saya ucapkan terimakasih kepada IPB, khususnya kepada Bapak Rektor tercinta. Atas jalan dari Allah melalui IPB, insyaAllah saya bisa menggapai mimpi-mimpi saya kelak. Harapan besar saya bisa bertemu dengan Bapak, mencium tangan Bapak sambil berkata’’terima kasih bapak, saya pasti bisa mengharumkan nama IPB di mata dunia”. Aamiin
Terimakasih.

Team Cantika Oshibana

Cantika Oshibana (Natural Flowers and Plants With Education And Conservation) merupakan Program Kreativitas Mahasiswa di bidang Kewirausahaan yang didanai DIKTI 2013 dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Cantika Oshibana merupakan produk hasil kreasi Biodiversitas berbasis tanaman yang diharapkan menjadi salah satu cara edukasi untuk menarik perhatian  masyarakat agar lebih peduli mengenai pentingnya konservasi tumbuhan untuk melestarikan lingkungan alam. Target selanjutnya ( Creative Shop) menjadi usaha yang berkelanjutan yang menyeimbangkan aspek lingkungan,sosial dan bisnis. Oshibana sebagai produk pertanian kreatif dapat menunjang CRESH (Creative Shop) menjadi usaha yang berkelanjutan yang menyeimbangkan aspek lingkungan,sosial dan bisnis.

Siap-siap untuk PKM 2013 deadline pengunggahan dokumen online: 31 Oktober 2013

 http://www.dikti.go.id/?p=11431&lang=id

Team Cantika Oshibana

Foto Bersama Team saat Monev DIKTI

Peringatan Hari Air Dunia 2010 pada Maret lalu, diwarnai kabar tak menyenangkan tentang ancaman krisis air bersih. Krisis yang terus berlangsung di berbagai belahan dunia ini bahkan makin mengkhawatirkan. Sebab, jumlah manusia dari waktu ke waktu terus bertambah. Kebutuhan akan air pun ikut meningkat. Namun, jumlah persediaan air tidak bertambah.

Ya, ancaman krisis air bersih melanda dunia. Kini, masyarakat dunia tak hanya terancam kelaparan, namun juga kehausan. Indonesia tentu tak luput dari ancaman ini. Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup, kelangkaan air dunia paling parah terjadi di kawasan Afrika. Sedangkan untuk Asia Tengah adalah Indonesia, khususnya di Jawa dan sepanjang pantai utara.

Bagi Indonesia, masalah krisis air bersih terutama disebabkan oleh kegagalan dalam mengelola sumber daya air. Hal ini mengakibatkan tidak seimbangnya antara kebutuhan akan air yang terus berkembang dengan ketersediaan sumber daya air yang cenderung tetap. Asal tahu, Indonesia memiliki potensi air tawar sebesar 1.957 miliar meter kubik/tahun. Dengan jumlah penduduk yang kini mencapai 228 juta jiwa, jumlah air tawar tersebut setara dengan 8.583 meter kubik/kapita/tahun. Jumlah ini berada di atas nilai rata-rata dunia, yaitu 8.000 meter kubik/kapita/tahun. Namun, kondisi ketersediaan air ini sangat bervariasi, baik antarwilayah/kawasan maupun antarwaktu. Demikian dijelaskan Pakar Sumber Daya Air Terpadu Universitas Indonesia, Firdaus Ali, kepada BERANI, pada April lalu.

Menurut Pak Firdaus, kondisi ketersediaan air yang terbatas diperparah dengan kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan. Akibatnya, tingkat pencemaran air oleh limbah cair ataupun padat semakin tinggi. Daerah persediaan air pun rusak karena penebangan liar yang terjadi di hutan-hutan dan daerah resapan air. Kondisi ini menjadi semakin berat dengan adanya ancaman serius dari dampak perubahan iklim.

Dampak yang Muncul

Secara umum, kebanyakan wilayah di Indonesia telah nyaris mengalami krisis air bersih. Selama Maret 2010, misalnya, kelangkaan air di Provinsi Sulawesi Selatan, Yogyakarta, Banten, dan Kalimantan Barat, mewarnai pemberitaan di berbagai media massa. Menurut Pak Firdaus, Pulau Jawa dan Bali sudah mengalami kelangkaan air sejak tahun 2000. Pada 2015, kelangkaan air diperkirakan meluas ke Sulawesi dan NTT. Bahkan di kota-kota besar seperti Jakarta kini sudah masuk dalam kategori krisis air. “Hampir sebagian besar sumber-sumber air perkotaan kita, khususnya di Pulau Jawa, terus tercemar oleh limbah. Sebagai contoh, dari 13 sungai/kali yang mengalir di Jakarta, hampir semuanya sudah tidak layak untuk dijadikan sumber air bersih,” jelasnya. Akibat gangguan kualitas sumber air tersebut, biaya pengolahan air bersih terus mengalami kenaikan yang cukup tinggi dari waktu ke waktu. Hal ini menyebabkan masyarakat harus membayar lebih mahal untuk bisa mendapatkan air bersih.

Dampak lain yang dapat muncul akibat krisis air adalah timbulnya penyakit yang berkaitan dengan ketersediaan air. Pak Firdaus mengatakan bahwa krisis air bersih di dunia merupakan penyebab kematian tertinggi kedua setelah perang. Menurutnya, hingga kini ada sebanyak 1,2 miliar orang yang tidak memiliki akses (jalan masuk) ke sumber-sumber air bersih yang aman dan terjangkau. Akibatnya, setiap tahun sedikitnya 2,2 juta orang meninggal karena penyakit diare.

Liputan/penulis: ITA
Sumber: Redaksi

http://pengolahanairbaku.blogspot.com/2011/06/sebab-sebab-terjadinya-krisis-air.html

Selamat datang di Blog Mahasiswa IPB. Ini adalah postingan pertamamu. Edit atau hapus postingan ini dan mulailah menulis blog sekarang juga!

Categories
Bookmarks